Pembelajaran Mendalam Pengklasifikasi Ekspresi Wajah Manusia dengan Model Arsitektur Xception pada Metode Convolutional Neural Network
Analisa Faktor Penyebab Tambah Kurang Pekerjaan Terhadap Pelaksanaan Proyek Konstruksi
Beton Hijau Menggunakan Fly ash sebagai Subtitusi Parsial Semen
On the Aerodynamics of Rear of Vehicle Model with Active Control by Blowing: Computational and Experimental Analysis
Studi Pengaruh Beban Berlebihan Terhadap Pengurangan Umur Perkerasan Jalan
Pengaruh variasi aliran udara terhadap optimasi daya panel surya
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH CAMPURAN ETANOL DAN PERTAMAX TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR MOTOR INJEKSI 125CC
Tinjauan Penerapan Sistem Informasi Manajemen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumi Panua Kabupaten Pohuwato Tahun 2023
APLIKASI MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN PKK DI KELURAHAN BOTU BERBASIS WEBSITE
PENDEKATAN KONSEP THIRD PLACE PADA DESAIN RUANG PUBLIK TAMAN SUWAWA, GORONTALO
ENVIRONMENTALLY FRIENDLY CONCRETE USING WASTE GLASS POWDER (WGP) AS A PARTIAL SUBSTITUTE OF CEMENT
Metode Multi Kriteria Untuk Menentukan Prioritas Program Penanganan Jalan Kabupaten Bone Bolango
Kajian pengaruh kontrol aliran terhadap koefisien hambat model kendaraan
Pengaruh pendinginan fluida udara terhadap kinerja fotovoltaik dengan variasi laju aliran udara
Sosialisasi Penggunaan Anggaran Dana Desa Untuk Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Desa Molowahu
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga terkait penggunaan anggaran dana desa dalam pembangunan infrastruktur desa. Penelitian ini mengidentifikasi sejumlah masalah yang dihadapi oleh masyarakat terkait pengelolaan dana desa, antara lain kurangnya pengetahuan warga terkait mekanisme penggunaan dana desa, arogansi Kepala Desa, ketidaksesuaian Rencana Anggaran Belanja (RAB) dengan pelaksanaan, ketidaksesuaian pekerjaan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, tidak adanya nota pembelian bahan, manipulasi nota, item pekerjaan yang tidak dikerjakan, pekerjaan yang tidak selesai, pekerjaan yang tidak dapat digunakan, aliran keuangan yang tidak jelas, penggunaan alat berat yang berlebihan, dan perubahan pekerjaan yang tidak jelas. Berdasarkan permasalahan tersebut di peroleh solusi antara lain pekerjaan yang akan dikerjakan harus berdasarkan permusyawaran dan permufakatan, penjelasan teknis pekerjaan, keterlibatan ruang lebih fasilitator teknis, keterlibatan tenaga teknis yang memahami RAB dalam pelaksanaan pekerjaan, laporan teknis, serta pengawasan dan Monitoring
The Evaluation of Equivalent Axle Load Equation Based on Deflection Value before and after Overlay Flexible Pavement
ANALISIS KEBUTUHAN DAN HARAPAN MASYARAKAT KABUPATEN GORONTALO TERHADAP LAYANAN BUS BERBASIS IOT
Perencanaan cold storage sebagai penyimpanan udang vaname daerah di Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo
PERENCANAAN GEDUNG RAWAT INAP RS MM DUNDA MENGUNAKAN SOFTWARE SAP 2000
Pendampingan dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) NAHP di Kelurahan Potoro
Studi Eksperimental Kinerja Sistem Pendingin Solar Cell terhadap Perubahan Intensitas Cahaya Matahari
EFEK PENERAPAN KONTROL AKTIF BLOWING TERHADAP TARIKAN AERODINAMIKA MODEL KENDARAAN
Sifat fisik material papan komposite berbahan serat tebu dengan matrix resin polyester
Pendampingan Masyarakat Berpenghasilan Rendah Calon Penerima Rehab Rumah Di Kota Gorontalo
SIMULASI ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI BELAJAR DAN KESESUAIAN PEKERJAAN ALUMNI LULUSAN KAMPUS VOKASI MENGGUNAKAN METODE DECISION TREE
TINJAUAN KARAKTERISTIK MARSHALL DENGAN PENGGANTIAN SEBAGIAN PASIR PADA LAPIS AUS AC-WC MENGGUNAKAN BOTTOM ASH
Pemakaian batu bara sebagai sumber energi menghasilkan residu berupa bottom ash yang menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian experimental di laboratorium yang bertujuan untuk meneliti efek penggunaan bottom ash sebagai pengganti agregat halus terhadap stabilitas, kelelehan, ronggaudara, rongga didalam agregat dan Marshall quotient dari campuran aspal beton. Penelitian ini menggunakan 50 benda uji yang terbagi kedalam 5 persentase penggantian agregat halus dengan bottom ash yakni 0%,5%,10%,15% dan 20% dengan kadar aspal 5,5%. Â Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa semua variasi memenuhi spek pengujian sesuai pada bina marga 2010 refisi III dengan persentase terbaik penggantian agregat halus dengan bottom ash adalah 10%.
Porous Concrete Filter (PCF) Design for Water Filtration
Sistem Manajemen K3
Aplikasi Pendaftaran Mahasiswa Baru Berbasis Whatsapp di Politeknik Gorontalo
Pendampingan Tim Ahli Teknik Pada Pelaksanakan Pekerjaan Yang Dianggarakan Dengan Dana PEN
KARAKTERISTIK LINGKUNGAN KAWASAN PERMUKIMAN NELAYAN DI WILAYAH PESISIR DESA BOTUBARANI
Fatigue Strength of Rotary Bending Copper Materials
ANALISIS KEKERASAN SAMBUNGAN LAS MIG BAJA KARBON RENDAH DENGAN BERBAGAI VARIASI KAMPUH
APLIKASI PENGELOLAAN RENTAL MOBIL BERBASIS WEB
Character Analysis of Perintis Lakeside Public Open Space Bone Bolango Regency With Placemaking Approach
Pengaruh Rasio Metanol-Bensin Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang Menggunakan Metode Driving Cycle
Metode Pelaksanaan Konstruksi
INDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI KINERJA BIAYA OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI DI PAGUYAMAN
This study aims to identify the factors that influence the performance of operational and maintenance costs in the DI irrigation network. Paguyaman. To achieve this goal, the researchers used a survey method by distributing questionnaires to a number of respondents who were involved in the implementation and monitoring of DI irrigation networks. Paguyaman. Data collection was carried out by way of a direct survey to the location and a list of questions in the questionnaire for primary data. As for the secondary data obtained from the literature and data from related agencies. Based on the results of the questionnaire from the respondents, a ranking was made of the causal factors that affect the performance of operational and maintenance costs in the DI irrigation network. Paguyaman. From the ranking results, there are 15 factors that are categorized as influential. The conclusions that can be drawn after statistical tests are that there are seven factors that influence the performance of operational costs and maintenance of irrigation networks in D.I Paguyaman. These factors are unexpected conditions and events (floods, earthquakes and others), general information and methods in carrying out operations and maintenance for field officers are inadequate, there is still a lack of responsibility for officers in carrying out irrigation operations and maintenance, changes in areas that encouraging the conversion of paddy fields to other users, the number of operational and maintenance officers is still lacking, the equipment is of poor quality and there is no training for P3A, and the most dominant factors affecting the performance of operational costs and maintenance of irrigation networks in D.I Paguyaman are conditions and events that unexpected events (floods, earthquakes, etc.).