Penerapan Konsep Full Pedestrian Mall pada Koridor Perdagangan Studi Kasus: Jalan Soeprapto Kota Gorontalo
Perilaku Pejalan Kaki Terhadap Pemanfaatan Jalur Pedestrian di Kawasan Perdagangan (Studi Kasus: Koridor Jalan Soeprapto Kota Gorontalo)
PENDEKATAN KONSEP THIRD PLACE PADA DESAIN RUANG PUBLIK TAMAN SUWAWA, GORONTALO
Faktor Pengaruh dalam Pembentukan Permukiman Kumuh di Desa Pohuwato Timur
Pemberdayaan UMKM Berbasis Pengolahan Jagung sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi Komunitas di Desa Popalo Gorontalo Utara
Analisis perencanaan tebal perkerasan jalan pada ruas jalan Pinontoyonga menggunakan metode Manual Desain Perkerasan (MDP), metode Analisis Komponen (MAK), dan AASHTO 1993
DESAIN RUANG TERBUKA TAMAN RAMAH ANAK SEKOLAH PAUD MENARA ILMU KABUPATEN GORONTALO
Sosialisasi Penggunaan Anggaran Dana Desa Untuk Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Desa Molowahu
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga terkait penggunaan anggaran dana desa dalam pembangunan infrastruktur desa. Penelitian ini mengidentifikasi sejumlah masalah yang dihadapi oleh masyarakat terkait pengelolaan dana desa, antara lain kurangnya pengetahuan warga terkait mekanisme penggunaan dana desa, arogansi Kepala Desa, ketidaksesuaian Rencana Anggaran Belanja (RAB) dengan pelaksanaan, ketidaksesuaian pekerjaan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, tidak adanya nota pembelian bahan, manipulasi nota, item pekerjaan yang tidak dikerjakan, pekerjaan yang tidak selesai, pekerjaan yang tidak dapat digunakan, aliran keuangan yang tidak jelas, penggunaan alat berat yang berlebihan, dan perubahan pekerjaan yang tidak jelas. Berdasarkan permasalahan tersebut di peroleh solusi antara lain pekerjaan yang akan dikerjakan harus berdasarkan permusyawaran dan permufakatan, penjelasan teknis pekerjaan, keterlibatan ruang lebih fasilitator teknis, keterlibatan tenaga teknis yang memahami RAB dalam pelaksanaan pekerjaan, laporan teknis, serta pengawasan dan Monitoring
Sustainable Self-Compacting Concrete: The Role of Limestone Powder as A Cement Replacement
The excessive use of cement in concrete production contributes significantly to environmental impacts, particularly CO? emissions. One potential solution is the partial replacement of cement with limestone powder in self-compacting concrete (SCC). This study aimed to investigate the effect of limestone powder as a partial cement replacement on the fresh properties and compressive strength of SCC. Limestone powder was used at replacement levels of 0%, 6%, 9%, 12%, and 15% by weight of cement. The fresh properties of SCC were evaluated using slump flow, V-funnel, and L-box tests, while compressive strength tests were conducted to assess hardened performance. The results showed that SCC mixtures containing up to 9% limestone powder satisfied the SCC workability requirements. The optimum performance was achieved at 6% limestone powder replacement, which produced a slump flow diameter of 600 mm and compressive strength of 29.58 MPa, exceeding the design strength target of 25 MPa. Higher replacement levels reduced both workability and compressive strength, with the 15% mixture failing to meet acceptable performance criteria. These findings indicate that limestone powder can be effectively utilized as a sustainable partial cement replacement in SCC at moderate replacement levels while maintaining satisfactory fresh and hardened properties.
Reinterpretasi Arsitektur Modern Desain Halte Kampus 4 Universitas Negeri Gorontalo melalui Simbol Konektivitasdan Estetika Urban
Perilaku Pejalan Kaki terhadap Pemanfaatan Jalur Pedestrian di Kawasan Perdagangan
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Masyarakat di Desa Sibowi Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura Kabupaten Sigi
Sosialisasi Mengoptimalkan Pembangunan Infrastruktur Desa Marisa Utara
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat Desa Marisa Utara dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa yang berkelanjutan dan tepat guna. Sosialisasi dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya perencanaan berbasis kebutuhan, pengelolaan anggaran desa, serta pemanfaatan sumber daya lokal dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan desa, drainase, dan fasilitas umum lainnya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap peran aktif mereka dalam pembangunan serta terbentuknya komitmen bersama untuk mendukung pembangunan yang transparan dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju tata kelola pembangunan desa yang lebih efektif dan berkelanjutan.