Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
Determinan Kunjungan Antenatal Care Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Tahun 2022
Analisis Implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Dari Prespektif Teori Keadilan (Studi Kasus Di Kota Gorontalo)
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Sosialisasi Manfaat Saluran Pembuangan Air Limbah di Desa Bolihutuo Kabupaten Boalemo 2023 Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH CAMPURAN ETANOL DAN PERTAMAX TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR MOTOR INJEKSI 125CC
Tinjauan Penerapan Sistem Informasi Manajemen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumi Panua Kabupaten Pohuwato Tahun 2023
Analisis Sektor Basis Pertanian, Kehutanan Dan Perikanan Dalam Pertumbuhan Ekonomi
ANALISIS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA BERDASARKAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 20 TAHUN 2018.
The Effect of RoA, Roe, and DeR on Stock Prices in Companies That Listed on the LQ-45 Indonesia Stock Exchange in the 2018-2020 Period
Transition Of Authority Judicial Institutions Simultaneous National Elections 2024
PERENCANAAN GEDUNG RAWAT INAP RS MM DUNDA MENGUNAKAN SOFTWARE SAP 2000
Supervision and Law Enforcement Efforts on Food Products Unfit for Consumption Based on Law Number 18 of 2012 concerning Food
TINJAUAN KARAKTERISTIK MARSHALL DENGAN PENGGANTIAN SEBAGIAN PASIR PADA LAPIS AUS AC-WC MENGGUNAKAN BOTTOM ASH
Pemakaian batu bara sebagai sumber energi menghasilkan residu berupa bottom ash yang menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian experimental di laboratorium yang bertujuan untuk meneliti efek penggunaan bottom ash sebagai pengganti agregat halus terhadap stabilitas, kelelehan, ronggaudara, rongga didalam agregat dan Marshall quotient dari campuran aspal beton. Penelitian ini menggunakan 50 benda uji yang terbagi kedalam 5 persentase penggantian agregat halus dengan bottom ash yakni 0%,5%,10%,15% dan 20% dengan kadar aspal 5,5%. Â Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa semua variasi memenuhi spek pengujian sesuai pada bina marga 2010 refisi III dengan persentase terbaik penggantian agregat halus dengan bottom ash adalah 10%.