Home Researchers Units Publications Projects IP Outreach Theses Network
UNIGO Katalog Publikasi & Indeks Ilmiah

Find Publications

Search journal articles, conference proceedings, books, and international indexed research outputs.

Filter Kombinasi (Fakultas, Program Studi & Tahun)
31 publikasi ditemukan untuk SDG 2: Zero Hunger
Urutkan:

Penggunaan Abu Bonggol Jagung Sebagai Pengganti Filler Dalam Komposisi Campuran Aspal AC-WC

Innovative: Journal Of Social Science Research doi:https://doi.org/10.31004/innovative.v4i6.16080

Campuran aspal dapat dimodifikasi dengan menambahkan berbagai jenis bahan, seperti bahan kimia, bahan alami, atau limbah industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi filler dari limbah abu bonggol jagung pada campuran AC-WC melalui pengujian Marshall. Variasi kadar aspal yang digunakan adalah 5,5% dan 6%, dengan kadar abu bonggol jagung sebesar 1%, 2%, dan 3%. Hasil uji Marshall menunjukkan bahwa substitusi abu bonggol jagung memberikan hasil tertinggi pada setiap karakteristik sebagai berikut: stabilitas 935,72 kg pada kadar abu 3% dengan kadar aspal 6%, flow 4,63 mm pada kadar abu 2% dengan kadar aspal 6%, VMA 19,94% pada kadar abu 1% dengan kadar aspal 6%, VIM 4,63% pada kadar abu 2% dengan kadar aspal 6%, VFB 81,75% pada kadar abu 3% dengan kadar aspal 6%, dan Marshall Quotient sebesar 280,69 kg/mm pada kadar abu 2% dengan kadar aspal 6%. Berdasarkan hasil pengujian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan abu bonggol jagung sebagai filler pada variasi kadar 1%, 2%, dan 3% masih sesuai dengan standar Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2.

Artikel Jurnal 2024 SINTA 5 OA
5 sitasi
1

PENGEMBANGAN ENTREPRENEURSHIP BAGI UMKM KAWASAN AGROPOLITAN MELALUI PELATIHAN DAN PEMBUATAN PRODUK OLAHAN BERBASIS JAGUNG PULUT DI DESA MULYONEGORO, KECAMATAN PULUBALA, KABUPATEN GORONTALO

Insan Cita Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat doi:10.32662/insancita.v8i1.4544

Glut corn is a local commodity with significant potential for development as a value-added food ingredient. However, limited product innovation, technical skills, and marketing strategies remain major challenges for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Mulonegoro Village, Pulubala District, Gorontalo Regency. This community service activity aims to describe the implementation of training in the production of glutinous corn-based processed products and assess its impact on increasing the capacity of MSMEs. The method used was a qualitative participatory approach through preparation, entrepreneurship training, and practice. Participants produced product innovations in the form of glutinous corn sticks, and demonstrated readiness to market their products independently. These findings confirm that local potential-based training can strengthen MSME motivation, increase product competitiveness, and open opportunities for village economic development. In conclusion, utilizing glutinous corn through diversified processed products not only supports the sustainability of MSMEs but can also be a strategy for economic empowerment based on local wisdom. Further research is recommended to explore digital marketing strategies and partnership models that can expand the reach of glutinous corn-based MSME products.

Jurnal Nasional 2026 Garuda OA
0 sitasi
1
Artikel Jurnal • 2023 • SINTA 5 •

TINJAUAN KARAKTERISTIK MARSHALL DENGAN PENGGANTIAN SEBAGIAN PASIR PADA LAPIS AUS AC-WC MENGGUNAKAN BOTTOM ASH

GORONTALO JOURNAL OF INFRASTRUCTURE AND SCIENCE ENGINEERING

Abstract

Pemakaian batu bara sebagai sumber energi menghasilkan residu berupa bottom ash yang menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian experimental di laboratorium yang bertujuan untuk meneliti efek penggunaan bottom ash sebagai pengganti agregat halus terhadap stabilitas, kelelehan, ronggaudara, rongga didalam agregat dan Marshall quotient dari campuran aspal beton. Penelitian ini menggunakan 50 benda uji yang terbagi kedalam 5 persentase penggantian agregat halus dengan bottom ash yakni 0%,5%,10%,15% dan 20% dengan kadar aspal 5,5%. Â Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa semua variasi memenuhi spek pengujian sesuai pada bina marga 2010 refisi III dengan persentase terbaik penggantian agregat halus dengan bottom ash adalah 10%.

Kata Kunci

Bottom Ash Aspal Concrete Fine aggregate Stability Marshall QuotientBottom ash aspal beton Agregat halus Stabilitas Marshall Quotient

Metrics

Metrik dampak akademik terverifikasi
Altmetric
Dimensions
View on PlumX
0
Sitasi Terindeks
Google Scholar