Pengguna Tamu guest
Layanan Modul Akademik Desa Binaan & Mitra
Berita

LP3M Universitas Gorontalo Gelar Webinar Elevate Series: Perkuat Upaya Pencegahan Penularan TBC pada Anak

Admin LP3M • 21 October 2026 • 3 Tayangan
LP3M Universitas Gorontalo Gelar Webinar Elevate Series: Perkuat Upaya Pencegahan Penularan TBC pada Anak

GORONTALO — Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Gorontalo kembali menyelenggarakan forum edukasi dan diskusi ilmiah daring melalui program LP3M Elevate Series. Mengusung tema krusial "Pencegahan Penularan TBC pada Anak", webinar ini berfokus pada peningkatan pemahaman masyarakat dan sivitas akademika terkait rantai penularan, deteksi dini, serta strategi pencegahan tuberkulosis (TBC) di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan dibuka dengan sambutan pengantar yang menegaskan komitmen LP3M Universitas Gorontalo di bawah kepemimpinan Kepala LP3M, Dr. Ir. Muhammad Ramdan Olii, S.T., M.Eng., untuk terus menghadirkan ruang diseminasi keilmuan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Diskusi ini dipandu oleh dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo, Dr. Ririn Pakaya, S.K.M., M.P.H. selaku moderator, dengan menghadirkan pakar kesehatan masyarakat dari Institut Kesehatan Helvetia Medan, Dr. Asriwati, S.Kep., Ns., S.Pd., M.Kes., sebagai narasumber utama.

TBC pada Anak dan Kerentanan Kontak Serumah

Dalam pemaparannya, Dr. Asriwati menyoroti bahwa Indonesia saat ini masih menempati peringkat kedua beban kasus TBC tertinggi di dunia setelah India. Meskipun proporsi kasus TBC pada anak tercatat sekitar 9–11% dibandingkan populasi dewasa, penanganannya menuntut perhatian ekstra karena sistem kekebalan tubuh anak—terutama usia balita—masih dalam tahap perkembangan sehingga sangat rentan mengalami infeksi berat hingga komplikasi.

Narasumber menjelaskan bahwa penularan TBC pada anak sebagian besar bersumber dari kontak erat atau kontak serumah dengan orang dewasa yang menderita TBC aktif. Faktor risiko lain yang memperberat meliputi:

  • Status Imunisasi: Anak yang tidak mendapatkan imunisasi BCG memiliki risiko terinfeksi TBC hingga lebih dari tiga kali lipat dibandingkan anak yang telah divaksinasi.
  • Kondisi Gizi: Malnutrisi (under-nutrition atau wasting) menurunkan daya tahan tubuh anak secara signifikan terhadap infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
  • Sanitasi Lingkungan Rumah: Rumah dengan ventilasi buruk, pencahayaan alami yang minim, kelembapan tinggi, serta tingkat kepadatan hunian yang padat menjadi medium ideal bagi bakteri untuk bertahan hidup.

Deteksi Dini dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT)

TBC pada anak kerap sulit didiagnosis karena gejala klinisnya yang sering kali tidak khas dan tantangan dalam pengambilan sampel dahak (sputum). Gejala sistemik yang perlu diwaspadai orang tua antara lain batuk berkepanjangan lebih dari dua hingga empat minggu, demam berulang tanpa sebab jelas, penurunan berat badan atau gagal tumbuh dalam beberapa bulan berturut-turut, anak tampak lesu, serta pembesaran kelenjar getah bening di area leher.

Dr. Asriwati menekankan pentingnya pelaksanaan penelusuran kontak (contact tracing) dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi anak yang tinggal serumah dengan pasien TBC aktif, meskipun anak tersebut belum menunjukkan gejala klinis. Kebijakan ini penting untuk memutus rantai infeksi sejak dini sebelum kuman berkembang menjadi penyakit aktif.

Sinergi Komprehensif dan Edukasi Tanpa Stigma

Pada sesi tanya jawab, narasumber juga meluruskan berbagai kesalahpahaman umum di masyarakat, termasuk penegasan bahwa TBC bukanlah penyakit kutukan maupun penyakit turunan, melainkan penyakit infeksi bakteri yang dapat disembuhkan melalui pengobatan teratur. Terkait kebiasaan rumah tangga, peralatan makan tidak harus dipisahkan secara ekstrem asalkan dicuci bersih dengan sabun antibakteri dan dikeringkan secara memadai.

Kegiatan webinar diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat penghargaan secara virtual oleh Sekretaris LP3M Universitas Gorontalo, Andi Sahidul Hidayat, S.T., M.T. Melalui penyelenggaraan webinar ini, LP3M Universitas Gorontalo berharap kepedulian terhadap kesehatan anak semakin meningkat serta mendorong kolaborasi multisektor dalam mendukung target nasional eliminasi TBC.

Rekaman lengkap sesi diskusi dan presentasi materi dapat disaksikan melalui kanal resmi YouTube:

Tautan Video: https://www.youtube.com/watch?v=lu2JCIvbPJU

Dipublikasikan Oleh

Tim Publikasi LP3M

Bagikan:

Berita Terkait