GORONTALO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Gorontalo kembali menggelar forum diskusi ilmiah daring melalui program LP3M Elevate Series 2 . Mengangkat topik "Safety Fresh Fruit Bunch (FFB) Harvesting Method: Metode Keselamatan Kerja pada Pemanenan Tandan Buah Segar", webinar ini berfokus pada strategi mitigasi risiko serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) spesifik pada aktivitas panen kelapa sawit .
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan akademisi dan praktisi ini dibuka secara resmi dengan pengantar dari Kepala LP3M Universitas Gorontalo, Ramdan Olii , dan dipandu oleh Darmawan, S.T.P., M.Si selaku moderator. Diskusi ini menghadirkan praktisi berpengalaman di bidang HSE & Sustainability, Ir. Yakub Setiawan, S.T.P., M.Si, sebagai narasumber utama .
Pemanen sebagai Aset Utama dan Ujung Tombak Industri
Dalam pemaparannya, Ir. Yakub Setiawan menegaskan bahwa pekerja panen merupakan ujung tombak kelangsungan rantai produksi industri kelapa sawit . Namun, berdasarkan data kecelakaan kerja di berbagai perkebunan kelapa sawit, divisi pemanenan menyumbang proporsi kecelakaan kerja tertinggi, yakni mencapai sekitar 88% .
Secara rinci, narasumber memetakan potensi bahaya utama di area panen yang meliputi:
- Tertusuk duri atau tertimpa pelepah sawit: Menyumbang sekitar 44% kasus kecelakaan .
- Terkena alat kerja tajam: Mencapai 27%, terutama akibat penggunaan alat potong seperti egrek, dodos, tojok, dan kampak .
- Benda asing atau serbuk pada mata: Mencapai 8%, yang berisiko tinggi menyebabkan kebutaan permanen jika tidak diantisipasi .
- Terpeleset dan kecelakaan transportasi kebun: Masing-masing turut menjadi perhatian dalam mobilitas kerja harian .
Penerapan Safety FFB Harvesting Method
Untuk menekan angka kecelakaan kerja (Lost Time Injury), Ir. Yakub Setiawan membagikan 19 teknik dan prosedur praktis K3 spesifik , antara lain:
- Kepatuhan Alat Pelindung Diri (APD): Kewajiban pemakaian sepatu safety boot berleher tinggi untuk melindungi tulang kering , helm keselamatan standar proyek , serta kacamata pelindung mata dari serbuk atau serpihan pelepah .
- Pengamanan Alat Kerja: Pemasangan sarung pengaman khusus pada egrek dan dodos saat mobilisasi , penutupan mata tojok menggunakan selang karet guna mencegah luka fatal , dan pemeriksaan berkala terhadap sambungan tiang fiber .
- Teknik Kerja Aman: Menjaga jarak aman kerja minimal 1,5 meter dari pokok pohon sawit saat memotong pelepah , memanggul fiber dengan posisi mata pisau menghadap ke depan , serta teknik membawa alat panen secara aman saat menggunakan sepeda motor di jalan kebun .
Penguatan Tanggap Darurat dan Pengawasan Lapangan
Pada sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, narasumber juga menggarisbawahi pentingnya peran mandor dan pengawas lapangan dalam memastikan kepatuhan K3. Pengawas diwajibkan selalu membawa tas P3K standar Permenaker di area kerja serta membekali pekerja dengan peluit darurat untuk merespons situasi kritis dengan cepat .
Rangkaian webinar diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan sertifikat apresiasi secara simbolis kepada narasumber. Melalui kegiatan ini, LP3M Universitas Gorontalo terus berkomitmen mendorong hilirisasi riset, edukasi publik, dan kolaborasi berkelanjutan antara dunia akademis dan industri .